Example floating
Example floating
Berita

Warga Depok Disiapkan Masuk Pasar Kerja Global melalui Migrant Center

41
×

Warga Depok Disiapkan Masuk Pasar Kerja Global melalui Migrant Center

Sebarkan artikel ini
Warga Depok Disiapkan Masuk Pasar Kerja Global lewat Migrant Center

wartahariannews, DEPOK – Universitas Indonesia (UI) bersama Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan pembentukan Migrant Center sebagai jalur strategis untuk membuka akses pasar kerja global bagi warga Depok. Fasilitas ini dirancang untuk membekali calon tenaga kerja dengan pelatihan dan penguatan kompetensi agar mampu bekerja di luar negeri sebagai tenaga terdidik dan berkeahlian.

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari penguatan kolaborasi antara UI dan Pemerintah Kota Depok. Hal ini sejalan dengan posisi Depok sebagai wilayah yang sebagian besar menaungi kawasan kampus UI sekaligus menjadi tempat tinggal dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UI.

Menurut Heri, Migrant Center akan dibangun melalui kerja sama antara UI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Pusat ini direncanakan menjadi sarana pelatihan terstruktur yang mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar siap bersaing di pasar kerja internasional dengan kompetensi yang terstandar dan diakui.

“Kami sedang berkolaborasi dengan pemerintah, dalam hal ini KemenP2MI, untuk membentuk Migrant Center yang akan memberikan berbagai pelatihan bagi tenaga kerja yang disiapkan untuk bekerja di luar negeri,” ujar Heri usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Depok, Supian Suri, Kamis (8/1/2026).

Heri menegaskan bahwa orientasi Migrant Center tidak semata-mata berfokus pada penempatan tenaga kerja, melainkan pada pembentukan diaspora Indonesia yang memiliki keahlian, pendidikan, dan kompetensi unggul.

Ia juga menyoroti besarnya potensi angkatan kerja di Depok, termasuk lulusan sekolah menengah atas (SMA), yang membutuhkan akses pelatihan agar siap memasuki pasar kerja global. Dalam konteks tersebut, UI membuka peluang penyelenggaraan program pelatihan bersertifikat, salah satunya di bidang teknologi informasi (IT).

Melalui skema tersebut, lulusan SMA asal Depok dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan di UI selama satu hingga dua tahun untuk memperoleh sertifikat kompetensi sekaligus kesiapan kerja.

“Lulusan SMA dari Depok dapat mengikuti pelatihan bersertifikat di UI, misalnya di bidang IT, sehingga setelah itu mereka siap untuk bekerja,” jelas Heri.

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Depok terhadap pembentukan Migrant Center. Ia menilai program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Supian menyebutkan bahwa Migrant Center akan disinergikan dengan rencana penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) di Depok agar pembinaan tenaga kerja dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini sedang kami rumuskan, termasuk kemungkinan mengintegrasikan Migrant Center dengan BLK atau skema lain yang paling efektif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa fokus awal kerja sama antara UI dan Pemerintah Kota Depok akan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia serta penciptaan peluang kerja, termasuk bagi warga yang berminat bekerja di luar negeri.

Menurut Supian, inisiatif ini diharapkan tidak hanya membuka akses kerja global bagi warga Depok, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan dukungan akademik dari Universitas Indonesia dan sinergi dengan pemerintah pusat melalui KemenP2MI, Migrant Center diproyeksikan menjadi jalur strategis bagi warga Depok untuk memasuki pasar kerja internasional secara lebih terarah, aman, dan berdaya saing.