Kami sampaikan untuk mengenai meninggalnya WNA di kantor Imigrasi, semuanya sudah kita lakukan secara prosedural. Olah TKP kita lakukan, kemudian juga untuk pemeriksaan mayat kita lakukan visum luar dan dalam,” bebernya.
Untuk hasil lengkapnya masih menunggu karena harus ada pemeriksaan dalam dan pemeriksaan toksikologi,” sambungnya.
Dan tentunya, dari hasil sementara, ditemukan indikasi bahwa korban meninggal akibat kekurangan oksigen yang disebabkan oleh jeratan di leher.
Mengenai Hasil sementara dari dokter yang melakukan autopsi sudah ada, tersampaikan di sana ada mati lemas karena jeratan di leher,” paparnya
Melalui dasar pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, ini menjadi salah satu indikator dalam proses penyelidikan penyebab kematian.
“Dari hasil sementara yang seperti saya sampaikan tadi hanya seperti itu, mati lemas karena jeratan di leher dan tanda-tanda gantung diri juga terjadi pada korban,” ungkapnya.
Walaupun demikian, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan secara pasti kronologi dan faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Melalui Rekaman CCTV ini Jadi Kunci Penyelidikan
Dalam mendalami kasus ini, polisi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi
Berdasar lokasi kejadian, termasuk area ruang tahanan dan kamar mandi, korban diketahui masuk ke kamar mandi berdasarkan rekaman tersebut sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tergantung
Ini menjadikan secara full, kami menelaah rekaman CCTV tersebut, tidak ada orang lain masuk selain korban sendiri,” jelasnya, selain itu, polisi juga telah mengamankan barang bukti yang diduga digunakan korban dalam peristiwa tersebut, menggunakan baju yang dikenakan. Kami juga memeriksa secara lengkap CCTV yang mengarah ke ruang tahanan dan juga toilet tempat kejadian gantung diri tersebut,” terangnya.
Untuk lebih jelasnya Polisi Dalami Motif dan Kondisi Psikologis Korban
Polisi menyatakan bahwa hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk mendalami kemungkinan faktor psikologis yang memengaruhi tindakan korban.
Secara tegas kami masih lakukan pemeriksaan-pemeriksaan lebih dalam, apakah korban ini mengalami stres atau apa, kami belum bisa menyampaikan. Tentunya dari hasil-hasil pemeriksaan saksi-saksi nanti akan kita sampaikan lebih lanjut,” terangnya.
Dan Pihak keluarga korban disebut bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
“Tentunya keluarga korban sudah menerima walaupun, saya garis bawahi walaupun memang hasil otopsi secara lengkap belum diberikan oleh dokter,” jelasnya
Elanjutnya penyelidikan terhadap kasus ini masih terus berlanjut dengan fokus pada pengumpulan bukti tambahan serta pendalaman keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Dijelaskan Kronologi Korban Ditemukan Tewas di Tahanan
Peristiwa ini bermula ketika korban, seorang pria asal Brighton, Inggris, diamankan dan Saksi yang menyadari hal tersebut kemudian melakukan pengecekan dan mendapati ruang tahanan dalam keadaan kosong, sementara pintu kamar mandi tertutup
Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah tergantung pada tralis besi ventilasi kamar mandi dengan kondisi tidak bernyawa.
Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menjerat leher menggunakan pakaian yang dikenakannya saat itu, meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menda pertolongan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Seperti diberitakan oleh media adainfo.id













