Example floating
Example floating
Kota Depok

Acara PERKUMPULAN INSAN MERAJUT MERAH PUTIH( PIN MERATIH) Yg pertama di tahun 2026.

119
×

Acara PERKUMPULAN INSAN MERAJUT MERAH PUTIH( PIN MERATIH) Yg pertama di tahun 2026.

Sebarkan artikel ini
IMG 20260210 233621
Oplus_131072

Acara PERKUMPULAN INSAN MERAJUT MERAH PUTIH( PIN MERATIH)
Yg pertama di tahun 2026.

 

Acara perdana PIN Meratih ini diisi Diskusi dengan Tema :
“Agnostic dikalangan generasi muda adalah tantangan jaman atau refleksi bagi kaum Agamawan”
Menghadirkan nara sumber antara lain:

1.Dr.KH Abdul Waid.MA.

2.Dr.H. Akhmad Shunhaji, P. Pdi.

3.Pdt.Steven Hutabarat, SE, MPM.

4.Drs.JB Djoko Suhono, S. Pd, MM.

Acara dipandu penuh oleh:
Pdt Hendra Manalu, M.Th.

Bertempat dirumah Tokoh Wanita PIN MERATIH Ibu Ning Woro. (07/02/2025)

Dan acara ini dihadiri para pengurus dan anggota Pin Meratih.

Mengingatkan kembali PIN MERATIH, saat ini merupakan ormas lintas Agama yg berbadan hukum.
Dengan Ketua Umum Bapak Dr.KH Akhmad Solechan. M.Si.

Selain itu turut hadir ketua MUKI Daniel Purba, Ketua PSIR Samuel Riwu juga Ketua PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani) Christin

 

Dalam acara perdana ini diisi dengan  diskusi antaralain bahasan tentang

1. Agnostic dan Atheis sering disalahpahami sebagai sama, tapi sesungguhnya ada perbedaan:

– *Agnostic*: Tidak yakin atau tidak memiliki keyakinan tentang adanya Tuhan (tidak tahu).
– *Atheis*: Tidak percaya adanya Tuhan (tidak percaya).

Agnostic lebih seperti “tidak tahu” atau “tidak yakin”, sedangkan Atheis lebih ke “tidak percaya”.

Maka Agnostic bisa juga difahami suatu proses untuk menjadi lebih ber- iman.

2. Golongan umur penduduk Indonesia yang agnostictidak secara spesifik disebutkan dalam data yang tersedia. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak muda (remaja dan dewasa muda) lebih cenderung menjadi agnostic atau ateis karena faktor-faktor seperti:

– *Pengaruh media sosial*: Anak muda lebih banyak terpapar informasi dan ide-ide yang mempertanyakan keberadaan Tuhan.
– *Pencarian identitas*: Remaja dan dewasa muda sedang dalam proses mencari makna hidup dan tujuan, yang dapat membuat mereka mempertanyakan keyakinan agama.
– *Kurangnya bimbingan*: Anak muda mungkin tidak mendapatkan bimbingan yang cukup dari orang tua, guru, atau komunitas agama.

Data Pew Research Center tahun 2023 menunjukkan bahwa 36% masyarakat Indonesia menyatakan diri sebagai agnostik, tidak lagi mengakui afiliasi terhadap agama tertentu. Namun, tidak ada data spesifik tentang golongan umur yang paling banyak menjadi agnostic.

3. Indonesia memiliki jumlah penganut Agnostic dan Atheis yang signifikan, meskipun sulit untuk menghitung secara pasti karena tidak ada data resmi. Berdasarkan data Pew Research Center tahun 2023, sekitar 36% masyarakat Indonesia menyatakan diri sebagai agnostik, tidak lagi mengakui afiliasi terhadap agama tertentu.

Agnostic dan Atheis di Indonesia sering menghadapi stigma dan diskriminasi. Komunitas Indonesian Atheists, yang didirikan pada 2008, menjadi wadah aspirasi bagi para ateis di Indonesia dan memiliki lebih dari 900 anggota.

Meskipun tidak ada hukum yang secara tegas melarang ateisme, penyebaran paham ateis dapat dikenakan sanksi pidana. Kasus Alexander Aan, yang dihukum penjara karena menyebarkan kebencian agama melalui Facebook, menjadi contoh nyata ².

*Fakta tentang Agnostic dan Atheis di Indonesia:*

– *Jumlah*: Tidak ada data resmi, tapi diperkirakan ribuan orang.
– *Komunitas*: Indonesian Atheists, komunitas ateis terbesar di Indonesia.
– *Hukum*: Tidak ada larangan tegas, tapi penyebaran paham ateis dapat dikenakan sanksi.
– *Stigma*: Agnostic dan Atheis sering menghadapi diskriminasi dan stigma.

Perlu diingat bahwa data dan informasi tentang Agnostic dan Atheis di Indonesia masih terbatas dan perlu diinterpretasikan dengan hati-hati.

4. Bahwa faktor penting lainnya, adanya sikap dan perilaku sebagian tokoh agama yang kurang baik, tidak bisa menjadi teladan.
Misalnya ada yang melakukan korupsi, manipulasi, kejahatan seksual dan kehidupan yg hedon.

Juga ada yang membawa agama dalam ranah politik praktis atau bisnis.
Sehingga sering umat hanya dijadikan obyek saja.

5. Sebagai tantangan jaman, dengan cara pengajaran konvensional seperti dulu dan saat ini.
Mungkin perlu dirubah dengan menyesuaikan percepatan teknologi masa kini.

Sebagai refleksi kaum agamawan bisa juga.
Kehidupan dan perilaku para tokoh agama harus sesuai apa dikatakan dengan apa yang dilakukan.

6. Pendidikan dan Pengajaran agama.
Harus lebih berbasis keteladanan.

Dengan peran aktif KELUARGA.

Karena pendidik UTAMA DAN PERTAMA adalah KEKUARGA.

Keteladanan dalam penghayatan iman.
Oleh setiap keluarga, disertai komunikasi yg baik.

Dengan pengungkapan iman yaitu tatacara sesuai perintah agama untuk Ibadah/liturgi.
Dilakukan secara konsisten dan benar ( Vertikal)
Perwujutan Iman dengan banyak berinteraksi dengan sesama.
Saling menghargai, saling menghormati, bahkan selalu empati nasib sesama. ( Horizontal)

Acara diskusi dimulai jam 15.30 dan ditutup jam 17.30
Dilanjut foto bersama dan ramah tamah.

Sampai jumpa acara mendatang. begitu tutur Djoko Suhono

 

 

Depok, 10/02 2026.jbds.