Example floating
Example floating
Kota Depok

Warga Depok Masih Acuh terhadap Sampah. Menurutnya Pemerintah Belum Tegas

16
×

Warga Depok Masih Acuh terhadap Sampah. Menurutnya Pemerintah Belum Tegas

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 06 04 14 15 20 39 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Warga Depok Masih Acuh terhadap Sampah. Menurutnya Pemerintah Belum Tegas

 

DEPOK, –  wartahariannews.com – Tumpukan sampah di Situ Citayem, sudut jalan, dan kali hitam pekat masih jadi potret Kota Depok.
Pemerintah dinilai belum maksimal menindak pelanggar, sementara kesadaran warga untuk buang sampah pada tempatnya juga masih rendah.

Kondisi ini membuat persoalan sampah berputar di tempat.
Aturan ada, imbauan jalan, tapi aksi nyata di lapangan belum berbanding lurus.
Sanksi bagi pembuang sampah sembarangan belum konsisten. Minimnya pengawasan dan petugas di lapangan membuat efek jera tak muncul.
Akibatnya, sampah ke kali, gorong-gorong, dan lahan kosong terus berulang.

Meski fasilitas tempat sampah dan jadwal angkut tersedia, banyak warga memilih jalur pintas. Plastik, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga dibuang begitu saja. Sikap “acuh” ini memberatkan petugas kebersihan dan menambah beban APBD.
Sampah menumpuk memicu banjir, jadi sarang DBD, dan merusak wajah kota.
Sungai yang seharusnya jadi resapan air justru berubah jadi tempat pembuangan.

Persoalan ini disoroti salah satu Tokoh Masyarakat H. Moren, yang juga Ketua Umum Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) Kota Depok.
Kita tidak bisa terus menyalahkan pemerintah saja.
Warga juga harus berbenah. Sampah itu cermin karakter kita.
Kalau dari rumah sudah buang sembarangan, jangan harap kali dan jalan bersih,” tegas H. Moren pada Wartawan Rabu 3/6/2026.

Menurutnya, Pemkot Depok harus berani tegas. Perkuat patroli, pasang CCTV di titik rawan, dan berikan sanksi nyata. RT/RW sampai kelurahan harus jadi garda depan, jangan hanya jadi penonton,” ujarnya.

H. Moren juga mengajak pemuda dan ormas se-Kota Depok bergerak.
AMMAL siap turun edukasi warga, bersih-bersih sungai, dan jadi contoh, Tapi semua harus kompak.
Sampah bukan urusan Dinas Lingkungan Hidup saja.
Ini urusan kita semua,” pungkasnya.
Jika penegakan aturan tegas dan warga peduli berjalan beriringan, target Depok sebagai kota nyaman dan berdaya saing baru bisa tercapai.
Kota bersih lahir dari aturan yang berwibawa dan masyarakat yang punya rasa.

 

(Christin)

Tinggalkan Balasan

2