Example floating
Example floating
Berita

Ketua Dekranasda Kota Depok Pelajari Strategi Pelestarian Batik di Pekalongan

63
×

Ketua Dekranasda Kota Depok Pelajari Strategi Pelestarian Batik di Pekalongan

Sebarkan artikel ini
Dari Museum Batik Cing Ikah Bawa Spirit Baru untuk Kerajinan Depok
Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, (kedua dari kiri), saat mengunjungi Museum Batik Pekalongan, Kamis (8/1/2025). (Foto: Indoraya Today/dok. pekalongankota.go.id)

wartahariannews, PEKALONGAN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, melakukan kunjungan studi banding ke Dekranasda Kota Pekalongan, Kamis (8/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran penting dalam upaya pelestarian batik serta pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Museum Batik Pekalongan ini menyoroti konsistensi Pemerintah Kota Pekalongan dalam menjaga batik sebagai warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Dalam kesempatan tersebut, Siti Barkah Hasanah, yang akrab disapa Cing Ikah, menilai Pekalongan layak menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan dan pelestarian batik di tengah pesatnya modernisasi dan perkembangan teknologi.

“Alhamdulillah, kami memperoleh banyak pengetahuan dan semangat baru. Kota Pekalongan membuktikan bahwa tradisi dapat terus hidup dan berkembang apabila dijaga dengan komitmen yang kuat,” ujar Cing Ikah, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Pekalongan, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, pelestarian batik di Kota Pekalongan tidak bersifat seremonial semata, melainkan dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Hal tersebut terlihat dari keberadaan sentra-sentra batik yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Cing Ikah secara khusus menyoroti peran aktif pemerintah daerah dan Dekranasda Kota Pekalongan dalam menggerakkan warga untuk terlibat langsung dalam industri batik, seperti di Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon.

“Mengajak masyarakat untuk mencintai dan menekuni batik bukan perkara mudah. Namun, di Pekalongan kami melihat pemerintah hadir secara konsisten mendampingi masyarakat. Ini menjadi contoh nyata yang sangat berharga bagi kami di Depok,” tuturnya.

Selain batik, Cing Ikah juga mencatat pesatnya perkembangan industri kreatif Pekalongan yang mencakup berbagai produk kriya lainnya, seperti rajut, tenun, dan kerajinan tangan berbasis kearifan lokal.

“Batik memang menjadi identitas utama, tetapi kreativitas masyarakat Pekalongan tidak berhenti di situ. Beragam produk kriya berkembang pesat dan semakin mengukuhkan Pekalongan sebagai kota kreatif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyambut baik kunjungan Dekranasda Kota Depok dan berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal terjalinnya kolaborasi berkelanjutan antar daerah.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran tentang batik di Pekalongan tidak dapat dilakukan secara singkat, mengingat batik merupakan hasil dari proses panjang yang sarat nilai budaya dan filosofi.

“Jika berbicara tentang batik, tentu tidak cukup dipelajari dalam satu hari. Batik adalah proses, filosofi, sekaligus identitas,” ujar Inggit.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka ruang pertukaran gagasan serta mendorong kerja sama konkret antara Dekranasda Kota Depok dan Kota Pekalongan dalam memperkuat sektor kerajinan dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.