M. Hasbullah Rahmad, S.Pd., M.Hum anggota DPRD provinsi dari fraksi PAN, tak luput juga disambangi oleh beberapa awak media saat merayakan acara idul Fitri 1447 H, di kediamannya di Cilodong, Depok, 22 Maret 2026.
Hasbullah menerima awak media dengan terbuka hal ini karena bertujuan untuk memperkuat Peran dan keakraban Keluarga dengan warga depok, dengan penuh kekeluargaan.
Kedatangan warga dan awak media Hadir di acara idul Fitri ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kekeluargaan, persaudaraan, serta menumbuhkan harmoni dan kebersamaan warga di tengah kehidupan masyarakat Kota Depok yang majemuk, memberikan dukungan setelah sebulan lamanya berpuasa menahan hawa nafsu dan yang penuh makna dan sukacita ini.
Kehadiran para awak media merupakan kehormatan dan kebahagiaan besar bagi kami, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dalam membangun Kota Depok yang rukun dan penuh harapan,
Hal ini diharapkan menjadi nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan dalam warga Depok dapat semakin tumbuh dan menjadi fondasi kuat bagi kehidupan sosial masyarakat Kota Depok ke depan.
Bang Has biasa disebut saat ditanya awak media tentang kondisi kota Depok, mengatakan dulu cari kerja susah sekarang harus mudah cari kerja, sesuai moto Depok kota maju, tentunya maju dalam segala hal baik dalam hal pembangunan maupun dalam non pembangunan, harapan saya kita dukung pemerintahan pak walikta Supian Suri untuk mencapai target kota maju.
Dan kita hanya butuh pemerintah yakni harus berakomodasi dan bersosialisasi dengan stakeholder termasuk juga dengan kawan-kawan media, menurut saya semakin banyak orang terlibat untuk mencapai target pembangunan tersebut akan semakin mudah tercapai.
Paling tidak secara kesadaran kolektif masyarakat individual itu mengikuti dan harus tertib dengan peraturan pemerintah itu saja sudah baik, “contoh kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, yang hari ini masih banyak orang berangkat kerja membawa sampah dibuang di pinggir jalan raya, dan itu masih terjadi di kota depok”.
Sederhana sebenarnya tapi kalau semua orang disiplin tidak membuang sampah di jalan tidak membuang sampah di kali di kolong jembatan itu akan berubah menjadi lebih baik, misalnya di tempat umum harus disediakan dam truk yang portable bisa diangkut dua hari sekali diangkut dalam crane dibuang ke tempat pembuangan akhir Cipayung, bila tidak ada TPS dan tidak terjadi TPS liar, dan sebaiknya dibangun TPS yang portable. “atau tempat-tempat TPS yang liar di lingkungan kalau dibikin taman lingkungan orang akan enggan membuang sampah yang sudah dibangun taman yang rindang dan orang akan berpikir 20 kali untuk membuang sampah di tempat taman yang rindang itu”. jangan dibiarkan taman itu kosong dan kotor jorok gelap dan membuat tertarik orang membuang sampah di situ, kita bangun taman kota kecil jadi kota itu akan menjadi asri kota Depok menjadi asri, begitu hal yang sangat sederhana ungkapnya.
Selain itu pengawasan harus terus berjalan dan terjun langsung untuk mengawasi melihat kondisi-kondisi lapangan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan, ini yang kita dorong dan kita dukung antara lain kesehatan, pendidikan, maupun kegiatan-kegiatan fisik berupa infrastruktur dan saat ini ditargetkan oleh gubernur 2026 untuk jalan-jalan provinsi harus tuntas selanjutnya di tahun 2027 masuk ke kota kabupaten. Jadi kita perlu mengawal pemerintahan walikota Depok Supian Suri supaya Depok menjadi kota nyaman dan layak bagi masyarakatnya.
Kembali ke Halal bihalal saat ini, diharapkan nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan dalam warga Depok dapat semakin tumbuh dan menjadi fondasi kuat bagi kehidupan sosial masyarakat Kota Depok ke depan, tutupnya.
#Christin













